banner Free website hosting
           
 

Semua Mahasiswa Arsitektur pastilah mengenal, belajar, memahami dan seyogyanya menerapkan teori fisika bangunan dalam perancangan arsitekturnya

Fisika Bangunan secara bahasa terdiri dari dua suku kata yang mempunyai makna yang berbeda yaitu Fisika dan Bangunan. Fisika adalah ilmu yang memepelajari gejala alam yang bersifat mati, dan mempelajari perilaku dan sifat yang ada dalam materi di alam.Banyak sekali terdapat teori-teori utama fisika diantaranya teori mekanika klasik,elektromagnetik, sampai teori realtivitas. Sedangkan Bangunan adalah ruang tempat manusia beraktifitas, bangunan merupakan objek tiga dimensi yang merupakan hasil dari perancangan arsitektur.

Lalu apa korelasi atau hubungannya antara Fisika dengan Bangunan?
apakah semua teori-teori fisika berkaitan dengan bangunan?
apakah kita mempelajari semua bidang-bidang yang ada dalam teori fisika?
lalu apa tujuan kita mempelajari Fisika Bangunan?

Ya!!! Apa tujuan kita mempelajari Fisika Bangunan?

Semua yang berkecimpung di dunia arsitektur pastilah sependapat bahwa sebuah karya arsitektur haruslah memenuhi 3 (tiga) kriteria yaitu : Bangunan harus memenuhi segi fungsi sehingga manusia dapat beraktifitas sesuai fungsi, Bangunan harus dapat berdiri dengan kokoh dan kuat sehingga manusia dapat beraktifitas dengan rasa aman dan yang ketiga adalah bangunan harus indah atau memenuhi kaidah-kaidah estetika.

Namun ada kalanya seorang arsitek menghasilkan suatu karya arsitektur sudah sesuai dengan ke tiga kriteria tersebut diatas,tetapi manusia sebagai pengguna tidak merasa betah berlama-lama di dalam ruangan atau bangunan tersebut, bisa saja dia merasa gerah berada dalam sebuah ruangan atau merasa terganggu karena suara bising yang masuk ke dalam ruangan atau merasa silau. Hal ini dikarenakan arsitek sebagai perencana mengabaikan faktor kenyamanan tinggal dalam sebuah ruangan atau bangunan. Permasalahan-permasalahan tersebut diatas yang menyebabkan manuasia tidak merasa nyaman adalah merupakan fenomena yang dapat dijelaskan secara fisika, inilah korelasi ilmu fisika dengan arstitektur.

Tidak semua bidang-bidang ilmu dalam fisika yang kita pelajari untuk memecahkan permasalahan-permasalahan kenyamanan. Kecepatan angin, kelembaban, suhu, gelombang elektromagnetik, spektrum cahaya, fluida , iklim dan cuaca, radiasi matahari adalah sebagian bidang dalam fisika yang dapat menjawab permasalahan kenyamanan dalam sebuah bangunan..

jadi jelaslah bahwa tujuan utama mempelajari Fisika bangunan adalah untuk membantu memberikan pemahaman terhadap fenomena atau gejala-gejala alam yang berhubungan dengan pencapaian untuk mendapatkan Kenyamanan tinggal dalam sebuah ruangan atau bangunan.

   
     
     
     
     
     
     
     
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Free Website Hosting